Jumat, 29 Desember 2017

Adzan Terakhir Sahabat Billal

Adzan Terakhir sahabat Bilal 


Semua pasti tahu, bahwa pada masa Nabi, setiap masuk waktu sholat, maka yang mengkumandankan adzan adalah Bilal bin Rabah. Bilal ditunjuk karena memiliki suara yang indah. Pria berkulit hitam asal Afrika itu mempunyai suara emas yang khas. Posisinya semasa Nabi tak tergantikan oleh siapapun, kecuali saat perang saja, atau saat keluar kota bersama Nabi. Karena beliau tak pernah berpisah dengan Nabi, kemanapun Nabi pergi. Hingga Nabi menemui Allah ta’ala pada awal 11 Hijrah. Semenjak itulah Bilal menyatakan diri tidak akan mengumandangkan adzan lagi. Ketika Khalifah Abu Bakar Ra. memintanya untuk jadi mu’adzin kembali, dengan hati pilu nan sendu bilal berkata: “Biarkan aku jadi muadzin Nabi saja. Nabi telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.”

Abu Bakar terus mendesaknya, dan Bilal pun bertanya: “Dahulu, ketika engkau membebaskanku dari siksaan Umayyah bin Khalaf. Apakah engkau membebaskanmu karena dirimu apa karena Allah?.” Abu Bakar Ra. hanya terdiam. “Jika engkau membebaskanku karena dirimu, maka aku bersedia jadi muadzinmu. Tetapi jika engkau dulu membebaskanku karena Allah, maka biarkan aku dengan keputusanku.” Dan Abu Bakar Ra. pun tak bisa lagi mendesak Bilal Ra. untuk kembali mengumandangkan adzan. 

Kesedihan sebab ditinggal wafat Nabi Saw., terus mengendap di hati Bilal Ra. Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria. Lama Bilal Ra tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Nabi Saw hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya: “Ya Bilal, wa maa hadzal  jafa’? Hai Bilal, kenapa engkau tak mengunjungiku? Kenapa sampai begini?.” Bilal pun bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah pada Nabi. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Nabi.

Setiba di Madinah, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Nabi Saw., pada sang kekasih. Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucunda Nabi Saw., Hasan dan Husein. Sembari mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Nabi Saw itu. Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal Ra.: “Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami? Kami ingin mengenang kakek kami.” Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.

Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu shalat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada masa Nabi Saw masih hidup. Mulailah dia mengumandangkan adzan. Saat lafadz “Allahu Akbar” dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok nan agung, suara yang begitu dirindukan, itu telah kembali. Ketika Bilal meneriakkan kata “Asyhadu an laa ilaha illallah”, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sembari berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.

Dan saat bilal mengumandangkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Nabi, Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Hari itu, madinah mengenang masa saat masih ada Nabi Saw. Tak ada pribadi agung yang begitu dicintai seperti Nabi Saw. Dan adzan itu, adzan yang tak bisa dirampungkan itu, adalah adzan pertama sekaligus adzan terakhirnya Bilal Ra, semenjak Nabi Saw wafat. Dia tak pernah bersedia lagi mengumandangkan adzan, sebab kesedihan yang sangat segera mencabik-cabik hatinya mengenang seseorang yang karenanya dirinya derajatnya terangkat begitu tinggi. Semoga kita dapat merasakan nikmatnya Rindu dan Cinta seperti yang Allah karuniakan kepada Sahabat Bilal bin Rabah Ra. Aamiin


@Repost : Kisah Nabi dan Sahabat
@kisahislami
@berbagisemangat
@semogabermanfaat

Kamis, 21 Desember 2017

Rasulullah dan pengemis yahudi buta


Rasulullah dan Pengemis Yahudi Buta



Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata ”Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”. Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.

Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, ”anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan”, Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, ”Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”. ”Apakah Itu?”, tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.ha.

Keesokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, ”siapakah kamu ?”. Abubakar r.a menjawab, ”aku orang yang biasa”. ”Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

@Repost : Kisah Nabi dan Sahabat
@semogabermanfaat
@belajarjadibaik
@kisahislami

Kamis, 12 Oktober 2017

7 Golongan orang yang mendapatkan Surga Firdaus

7 Golongan dalam Surah Al-Mu'minun yg mendapatkan Surga Firdaus. 

1.Orang yang Beriman.
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman” (QS. Al Mu’minun : 1)
“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan Surga-Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam Surga-Surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya” (Al Baqarah (Sapi betina) : 25)
Siapa yang tidak mau, jika beriman balasannya adalah surga? Setiap muslim itu pasti menginginkan derajat yang lebih tinggi dan surga bagi kehidupannya kelak di akhirat. Tapi satu pertanyaan untuk kita, apakah sudah kita beriman kepada Allah dengan sebenar-benar iman yang kita punya? Iman di hati, mulut, dan perbuatan kita?
2. Orang yang Khusyuk dalam Bersembahyang
“(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya” (QS. Al Mu’minun : 2)
Seorang muslim itu harus tahu apa sebenarnya esensi yang terkandung dalam setiap gerakan shalat. Sering kita merasa lega setelah kita usai melaksanakan aktivitas shalat. Tapi apakah kita pernah berpikir, sudah benarkah shalat kita? Mungkin banyak dari kita yang ketika shalat masih memikirkan hal-hal lain yang bersifat keduniawian. Lalu, khusyuk-kah shalat kita? Mari kita bersama-sama meluruskan niat kita dalam melaksanakan shalat.
3. Orang yang Jauh dari Perkara yang Tiada Guna
“dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna” (QS. Al Mu’minun : 3)
Orang yang hidupnya selalu dipenuhi dengan aktivitas ukhrawi akan rindu sekali dengan akhirat. Dia senantiasa melakukan hal-hal yang dapat memberikan manfaat bagi dirinya maupun orang lain. Sudahkah kita menyadari aktivitas seperti apa yang sudah kita jalani sebagai rutinitas kita sehari-hari? Apakah rutinitas yang membawa keberkahan bagi kita atau justru mengandung kemudharatan bagi hidup kita?
“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya” (Qs. Al Kahfi : 104).
Banyak dari kita menyangka bahwa kegiatan yang sudah kita lakukan setiap harinya adalah baik, tapi belum tentu bagi Allah. Maka dari itu, sebelum kita melakukan segala aktivitas, renungkanlah hal tersebut. Agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi.
4. Orang yang Menunaikan Zakat
“dan orang-orang yang menunaikan zakat” (QS. Al Mu’minun : 4)
Orang yang mampu dalam segi ekonomi kehidupannya, wajib membantu dan menyisihkan sebagian hartanya bagi mereka yang kurang mampu. Salah satunya adalah zakat. Zakat wajib hukumnya bagi orang-orang yang dilebihkan hartanya oleh Allah.
“….Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya. (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat” (QS. Fushshilat : 6-7)
Zakat itu kedudukannya adalah kedua setelah shalat. Banyak dari ayat Al-Qur’an yang menyebutkan zakat setelah kata shalat. Bisa diartikan bahwa shalat dan zakat itu saling mengisi satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan.
5. Orang yang Menjaga Kemaluannya
“dan orang-orang yang menjaga kemaluannya” (QS. Al Mu’minun : 5)
Banyak wanita yang beralasan, karena faktor ekonomi-lah mereka akhirnya menjadi wanita penghibur. Dan tak sedikit pula para lelaki yang karena alasan bosan dengan sang istri akhirnya mencari wanita lain. Sungguh amat disayangkan apabila mereka beralasan seperti itu. Seharusnya mereka sadar bahwa segala sesuatunya itu datang dari Allah. Maka sepatutnya-lah mereka takut pada Allah apabila melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan perintah-Nya.
6. Orang yang Penuhi Janjinya
“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya” (QS. Al Mu’minun : 8)
Janganlah pernah berjanji kalau dirasa kita tidak bisa memenuhi janji itu. Ucapkanlah Insya Allah dengan penuh keyakinan bahwa segala sesuatunya itu datangnya hanya dari Allah. Kalau Allah mengizinkan, maka kita akan bisa memenuhi janji itu. Tapi jika Allah belum berkehendak, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa.
7. Orang yang Memelihara Sembahyang-nya
“dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya” (QS. Al Mu’minun : 9)
Shalat memang rukun Islam yang kedua, tapi kita juga harus tahu dasar-dasar apa yang mengaharuskan kita shalat. Apakah hanya untuk menggugurkan kewajiban saja? Jawabannya pasti tidak. Kita harus tanamkan dalam hati bahwa kita butuh shalat sebagai salah satu cara kita berkomunikasi dengan Allah. Shalat adalah tiang agama. Tanpa shalat, seseorang belum bisa dikatakan mukmin. Bukankah shalat adalah amalan yang dihisab pertama kali di akhirat nanti? Dan bukankah shalat juga yang membedakan antara orang mukmin dengan orang nasrani?
Di ayat selanjutnya, Allah swt menerangkan,
“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya” (QS. Al Mu’minun : 10-11)
Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang selalu mau terus belajar dan memperbaiki diri. Dan semoga kita menjadi insan yang senantiasa istiqomah di jalan-Nya agar kelak bisa meraih syurga Firdaus-Nya dan kekal di dalamnya.

Mudah-Mudahan kita semua termasuk dalam mendapatkan surga Firdaus. 
Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin

Kamis, 27 Juli 2017

Miris

Beginikah potret pendidikan zaman skrg?  Sekolah cmn sbgai formalitas sematakah?  Sehingga pendidikan tidak bisa menjadikannya berbicara dng adab dan kesopanan.  Atau belum memahami makna pendidikan?

Rabu, 19 Juli 2017

Memaafkan

Memaafkan  adalah bentuk rasa cinta yang tertinggi dan yang terindah,

Sebagai balasannya kita akan menerima kedamaian dan kebahagiaan yang tak terhingga.

Kadangkala, sulit membiarkan cinta membimbing kita pada saat hati kita disakiti oleh orang lain.

Tetapi, biarpun luka hati itu kecil atau besar kita tidak akan boleh benar-benar bahagia sebelum memberi maaf..

Minggu, 16 Juli 2017

Doa yang merubah takdir

Silahkan berdo’a. Sebab dengan terus berdo’a maka hal itu akan mengantarkan kita pada kehidupan yang lebih baik di dunia dan mengharapkan kebaikan juga di akhirat. Berdo’a itu penting dan harus dilakukan serius, jangan asal. Luangkan waktu dan hati untuk benar-benar bedo’a. Bukan hanya komat kamit sekilas tanpa menghadirkan hati bahkan tidak memahami apa yang dikatakan.

Do’a tanpa tindakan percuma? Tidak, kadang ada kondisi dimana kita tidak bisa bertindak lagi, maka berdo’alah. Kadang, kita bingung mau bertindak apa? Berdo’alah. Anda sudah berusaha dan sedang bertindak, maka berdo’alah. Mudah-mudahan Allah membimbing langkah kita. Termasuk membuka pikiran untuk melakukan sesuatu.

Kedua adalah bersedekah. Rasulullah ﷺ pernah bersabda, “Silaturrahmi dapat memperpanjang umur dan sedekah dapat mengubah takdir yang mubram,” (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad).

Kamis, 06 Juli 2017

Apakah?

Apakah tetes air mata masih bermakna jika diteteskan dibawah rintik air hujan😌

Apakah kamu?

Bertemu denganmu membuatku berpikir, "ya,kamulah orang yang aku tunggu untuk bersisian denganku dalam perjalanan ini." Aku dan kamu,qt diciptakan untuk bersama, Begitulah yang dijanjikan sebuah kisah cinta, bukan? Kamu tau, aq jatuh cinta kepadamu, Namun,mengapa mengingatmu juga terasa menyakitkan, Mengapa mengingat kisah cinta qt membuatku harus menengadah agar air mata tak jatuh berderai bagai gerimis di luar jendelaku? Aq hanya jatuh cinta, tak ada yang salah, bukan? Atau ini bukan kisah cinta? Terkadang,aq tak tahu mana yang harus kupercaya.😦

Bagaikan Pasir

Seperti pasir...
jika kau melepasnya maka ia akan akan pergi,
jika kau menggenggam terlalu erat justru ia akan lepas dari genggamanmu,
genggamlah, jangan kau lepas tapi jangan juga kau genggam erat..😊

Jumat, 23 Juni 2017

Seembun pagi

Tidak Butuh Fisik yang sempurna untuk mempunyai kisah cinta yang sempurna.

Jika tak kau temukan cinta, biarkan cinta yang menemukanmu.

Tak perlu kau cari surga sebab ia tersembunyi dalam hatimu.

Tetap cinta

Ketika kamu tulus mencinta, kamu selalu mencintainya meski telah berpisah. Jika tidak, kamu memang dari awal tak mencintainya.

JANGAN CEMBURU

Untuk para wanita jangan cemburu jika priamu tergoda oleh perempuan yang kecantikannya luar biasa, yang pandai bersolek..
Tetapi, cemburulah jika priamu terpana oleh perempuan yang baik Akhlaknya dan lebih salihah darimu. Karena itu menunjukkan kulaitas pria tersebut tinggi.

Sabtu, 20 Mei 2017

Astagfirullah penghilang amarah..

Terkisahkan,  ketika suatu pagi ini saya mendapatkan suatu via Bm  yg berisikan pesan dari teman, mengabarkan bahwa materi untuk ujian harus SMA..
Alhasil ketika itu saya sudah kesal, karena kemarin ketika saya sudah membuat materi yg lain,  ternyata ada temen yg juga buat materi tersebut. Katanya "saya juga sudah siap loh dafi kemarin".nah loh.. Jadi saya kesal dong. Toh saya juga sudah mempersiapkan dari kemarinnya.
Tapi ketika temen tersebut mengatakan dia tidak tahu mau buat materi apa lagi (padahal saya juga gitu sih gak tau mau bahas apa).
Sempat seketika saya tidak mau mengalah dengan hal tersebut,dan mengotot ingin materi itu juga,  apapun yg terjadilah (padahal tidak boleh materi sama..
Tapiiii,  terbesit juga kala itu saya terdiam redahkan hati sebenrmtar,  dan memperbanyak istighfar aja lah kala itu. Ternyata hati saya tidak begitu ingin marah lagi.
Dan.. Saya via wa kan temen tersebut untuk mengalah dan membiarkan dia yang memakai materivtersebut.Alhamdulillah, setelah itu ada jalan  dari Allah, dan  hp saya bisa loading k internet, yg waktu itu sinyal hp saya suka gangguan..
Tapp saya cari dengan kesabaran dan sudah nangis sih hhe, karena sudah capek baget baru slsay nyelesain materi pertama.  Alhasil saya dapatkan materi tersebut yg lebih mudah lagi dari materi pertama tadi. Terimakasih Ya Allah..  😊
.
Yaah,  seperti pagi ini juga kesalnya terjadi, tapi Istighfar ini lagi-lagi meredahkan hati yang panass tersebut.

Kamis, 18 Mei 2017

Ke egoisan dapat menghilangkan siapa saja yang kamu cinta!

Ke egoisan ..
Suatu kegoan akan dapat membuat loe kehilangan siapa saja yang loe sayang. Meskipun itu hanya hampir benar kehilangan. Loe perlu sedikit-sedikit tidak meng egoiskan serta tidak mengkeraskan kepalamu lagi. Yaa berfikirlah dewasa meski itu harus sedikit-sedikit. loe tidak lagi berada pada jalur anak-anak, mengapa sifat lo elo pertahankan yang seperti kekanak-kanakan tersebut? loe benar ingin kehilangan dia yg loe sayang??
cobala berfikir, sudahi keras kepala loe,sudahi keegoisan loe yang tidak mau mengalah itu.. sudahi kekanak-kanakan loe.. ada waktu-waktunya loe bersikap seperti itu, bukan disembarang waktu dan tempat. tapi kalau bisa jangann yah.hhee
Percuma jika loe cantik sekalipun!! loe akan benar kehilangan orang yang loe cinta, jika loe terus tidak berubah dan tetap seperti itu !! 
sekarang pilihan ada pada loe sendiri, loe akan terus seperti ini atauloe akan berubah !! tidak perlu tergesah-gesah,yaaah yang namnya sifat yah agak-agak ribett alias sulit sih,hhe
tapi loe kudu ingat yaa, demi loe,cinta loe,dan loe sama dia.. untuk kebaikan loe juga kok kedepannya..